Pentingnya Pendaftaran Merek buat Juragan UMKM

posted on 14 Apr 2015 10:08 by edubisnisbagus
Perlindungan Merek di Indonesia diatur di dalam Undang-Undang No 15 Tahun 2001. Didalam Undang-Undang Merek pada gara-gara 1 ayat (1) dijelaskan bahwa mutu adalah tanda dengan berupa gambar, seri, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang punya daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang / jasa.

Didalam undang-undang merek, merek dibedakan menjadi dua tingkah yaitu merek dagang dan merek usaha. Adapun pengertian ke-2 jenis merek mereka adalah:

1. Sebutan Dagang

pendaftaran merek adalah Merek dengan digunakan pada barang yang diperdagangkan sama seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama / badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

2. Merek Jasa

Sebutan Jasa adalah Sebutan yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang / beberapa orang secara syahda atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis yang lain.

Pada pasal 3 Undang-Undang Merek disebutkan bahwa Hak untuk Merek adalah wewenang eksklusif yang diberikan oleh Negara mendapatkan pemilik Merek dengan terdaftar dalam Susunan Umum Merek untuk jangka waktu tertentu secara menggunakan sendiri Merek tersebut atau melepaskan izin kepada kubu lain untuk menggunakannya. Didalam pasal terkait dijelaskan bahwa Komposisi pendaftaran Merek yang dipakai di Indonesia adalah sistem konstitutif (aktif) sehingga pemilik merek terdaftar merupakan sebagai pemegang hak merek (Hadi P, 2013). Sistem konstitutif dikenal dengan madah sistem “First to File” (Evelina S, 2013). Didalam komposisi konstitutif pendaftaran sebutan merupakan sebuah tugas agar pemilik segel dapat memperoleh wewenang atas mereknya. Di dalam sistem ini negara Indonesia pasti bakal menjamin perlindungan mutu yang telah terdaftar di dalam daftar umum titel. Sistem konstitutif tersebut pada dasarnya akan mendorong setiap pemilik usaha agar secara tangkas mendaftarkan merek kulak dan jasanya di Kantor HKI. Oleh karena itu, kesadaran untuk mencantumkan merek para pengusaha Indonesia khususnya tokoh usaha UMKM perlu terus menerus disosialisasikan. Hal ini penting agar kiranya para pencedok merek bisa melindungi mereknya dari pembajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pemilik merek pun bisa menyaringkan mereknya sehingga mampu memperluas pasar bagus pasar dalam negeri sekalipun pasar luar ruang.

Selama ini, getah perca pengusaha UMKM bertambah mementingkan berjualan terlebih dahulu dari di mendaftarkan merek produk dan jasanya. Menurut data, saat ini trendi sekitar 25% atas 30 ribu UMKM yang ada pada Kota Bandung yang telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Skor tersebut tergolong sedang rendah. Padahal, pendaftaran perlindungan HKI pada bidang merek sangatlah penting (Tris Bintoro, 2013).



Masih rendahnya kesadaran para juragan UMKM untuk mencatatkan merek dagang dan jasanya ini benar disayangkan sekali, sebab pada akhirnya produk-produk usaha UMKM itu seringkali dijual tanpa merek dan produknya diperjual belikan merosot dengan menggunakan titel dagang dan ladenan pihak ke 3. Hal ini tetap sangat merugikan hisab para pengusaha UMKM itu sendiri karena mereka tidak jadi nilai tambah daripada produk dan jasa yang mereka perjual belikan.

Comment

Comment:

Tweet

It's in reality a great and useful piece of info. I'm satisfied that you just shared this useful information with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing.

#1 By It's in reality a great and useful piece of info. I'm satisfied that you just shared this useful information with us. Please stay us up to date like this. Thank you for sharing. (158.222.13.195|158.222.13.195) on 2015-05-24 21:52